Prinsip Hidup dan Cita-Cita

Berikut sebuah Penjelasan yang beralasan atau tidak tergantung siapa yang memahaminya seperti apa!

Prinsip Hidup dan Cita-Cita

Prinsip dan Cita-Cita adalah 2 hal yang berkaitan antara satu dan yang lainnya.

Prinsip dan Cita-Cita setiap orang tentu berbeda-beda. Namun apapun itu masih sebuah renungan atau bayang-bayang ataupun sudah menjadi kenyataan itu menjadi “Pengalaman” dalam hidupnya!!!

Bukan karena ia tidak tahu akan tujuan hidupnya, Tetapi waktu yang belum tepat dengan “Cita-Cita”nya.

Tidak ada satu orang pun yang dapat menghakiminya karena terlihat tak konsisten akan tujuannya, Ia hanya ingin menunjukkan kepada dirinya tentang “Sejauh dan Seberapa Besar Kemampuannya akan dirinya!

Benarkah prinsip hidup yang kupegang selama ini?

Sedalam dan sejauh apakah aku memahaminya?

Apakah aku sudah benar-benar memahami?

 

Kalau aku sudah memahami, lantas apa sebenarnya prinsip hidupku itu?

Adakah pengetahuan, pengalaman dan sesuatu yang kupelajari semakin mengajakku tuk memahami dan memaknai prinsip hidupku itu?

Hanya orang-orang yang mempunyai prinsip yang memiliki tujuan dalam hidupnya, karena prinsip adalah sesuatu panduan dalam perjalanan dan sekaligus sebuah kendaraan tuk mencapai tujuan.

Sejauh apapun tujuan hidup anda, selama anda memiliki dan memegang teguh prinsip-prinsip maka anda akan dapat mencapai tujuan.

“Gunung-gunung di daki oleh orang-orang yang memulai, bukan oleh orang-orang yang ingin diyakinkan”

Sedalam dan sekuat apapun keyakinan anda, bila anda tidak mulai melangkah , jangan bermimpi anda akan mencapai tujuan.

Namun ketika anda mulai melangkah sedikit demi sedikit , maka keyakinan dan kekuatan anda pun akan terus bertambah seiring dengan terus bertambahnya gerak langkah.

Yang terpenting adalah kita harus memahami apakah prinsip hidup kita lalu mulai melangkah dan tujuan pun akan terlihat jelas sejelas mentari yang bersinar di pagi hari …….

Karna terkadang waktu akan mengajari kita untuk melihat dan membedakan tujuan terpenting yang harus diraih.

Tujuan diciptakan manusia dan jin sudah jelas yaitu beribadah kepada Sang Kholiq tunduk patuh kepada segala perintah dan laranganNya, tunduk patuh terhadap segala ketentuanNya, tak dapat di tawar lagi.

Dalam setiap penciptaan , setiap peristiwa , dan apapun yang terjadi di antara langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, selalu ada tujuan-tujuan , hikmah , berbagai pelajaran, serta yang belum diketahui manjadi rahasiaNya.

Dan sekarang yang menjadi pertanyaan apakah tujuan hidup anda?Tujuan hidup kita?

Kemanakah arahnya ?

Sudahkah anda memahami tujuan anda hidup, dan berada disini, di dunia ini?

 

By: Ana Nurdianah

Flyer

hgfuyfukyf

pajak

Gambar Pajak

Untuk Wajib Pajak Badan, besarnya pembayaran Angsuran PPh 25 yang terutang diperoleh dari penghasilan kena pajak dikalikan dengan tarif PPh yang diatur di Pasal 17 ayat (1) huruf b Undang Undang Pajak Penghasilan. Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) UU PPh adalah 25%.
Khusus untuk Wajib Pajak badan yang peredaran bruto setahun sampai dengan Rp 50.000.000.000,- mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) UU PPh, yang dikenakan atas penghasilan kena pajak dari peredaran bruto sampai dengan Rp 4.800.000.000,-

Go to Top